• SMP NEGERI 6 SINGARAJA

    VISI, Terwujudnya Sekolah yang Berprestasi, Berbudaya, Berlandaskan Tri Hita Karana

  • Misi SMP Negeri 6 Singaraja

    Mewujudkan insan sekolah yang berprestasi akademik, non akademik, seni budaya serta menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan, sesama dan Tuhan

  • NYOMAN SUDIANA, S.PD., M.PD.

    Nyoman Sudiana, S.Pd., M.Pd. merupakan kepala sekolah yang ke-6 bertugas di SMP Negeri 6 Singaraja TMT 7 September 2018

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Sosialisasi Narkoba dari BNNK oleh(Kasi Pencegahandan Pemberdayaan Masyarakat) bapak Sairul Huda

Bahaya Narkoba untuk Kesehatan

Bahaya narkoba sudah tidak diragukan lagi. Sayangnya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang makin marak di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat mengenal obat-obatan terlarang sebagai narkoba yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya.
Banyak pengguna obat-obatan ini yang awalnya tergoda merasakan kesenangan sesaat atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan secara fisik dan kejiwaan.

Risiko Gangguan Kesehatan

Bagai dua sisi mata uang, obat dapat bermanfaat dan sekaligus berbahaya bagi tubuh. Jika obat yang digunakan sesuai dengan aturan, dosis, dan di bawah pengawasan dokter, maka penggunaannya efektif untuk mencapai kesembuhan. Sebaliknya, obat-obatan dapat menimbulkan bila disalahgunakan dengan mengonsumsinya tanpa pengawasan dokter dan didasari tujuan yang tidak tepat.
Itu mengapa, ada sebagian jenis obat-obatan yang hanya dapat dikonsumsi bila dianjurkan oleh dokter, dan dengan pengawasan ketat. Penyalahgunaan obat-obatan narkotika, psikotropikadan obat-obatan terlarang lainnya, dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan.
Sebagai gambaran, berikut ini adalah bahaya narkoba terhadap kesehatan tubuh.
  • Mengganggu kondisi otak dan tubuh secara umumNarkoba dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani hidup sehat dan mengambil keputusan yang benar. Pengaruh obat-obatan tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang.
  • Perubahan sel saraf dalam otakKonsumsi narkoba secara berulang dalam jangka panjang akan memicu perubahan pada sel saraf dalam otak, yang kemudian mengganggu komunikasi antar sel saraf. Bahkan setelah konsumsi dihentikan, efek tersebut akan memakan waktu yang tidak sebentar, untuk dapat benar-benar hilang.
  • DehidrasiBahaya narkoba jenis ekstasi, efeknya dapat menyebabkan dehidrasi, serta ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini kemudian yang menyebabkan penggunanya mengalami kejang-kejang, serangan panik, halusinasi, sakit pada dada dan perilaku agresif. Jika digunakan dalam jangka panjang dapat merusak otak.
  • Bingung dan hilang ingatanGolongan obat-obatan asam gamma-hidroksibutirat dan rohypnol dapat mengakibatkan efek sedatif, kebingungan, kehilangan ingatan, perubahan perilaku, koordinasi tubuh terganggu dan menurunnya tingkat kesadaran.
  • HalusinasiPenggunaan mariyuana atau ganja dapat menyebabkan efek samping halusinasi, muntah, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, gangguan kecemasan, kebingungan serta paranoia. Efek jangka panjang mariyuana adalah gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.
  • Kejang hingga kematianBahaya narkoba berupa penyalahgunaan metamfetamin atau lebih dikenal sebagai sabu-sabu, opium, dan kokain, dapat menyebabkan berbagai efek buruk, termasuk perilaku psikotik, kejang-kejang, dan bahkan kematian akibat overdosis.

Gangguan Kualitas Hidup

Saat seseorang mulai mengonsumsi narkoba, terdapat kemungkinan besar untuk mengalami kecanduan. Makin lama, pengguna akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi demi dapat merasakan efek yang sama. Ketika efek narkoba mulai hilang, pengguna akan merasa tidak nyaman akibat munculnya gejala putus obat dan akan ingin kembali memakainya.
Narkoba yang larut di dalam tubuh akan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Efek dari obat-obatan bergantung kepada jenis yang dikonsumsi, dosis, durasi pemakaian, dan ukuran tubuh orang yang mengonsumsinya.
Selain berpengaruh pada tubuh, bahaya narkoba juga dapat menyebabkan hal-hal yang mengganggu kualitas hidup seseorang. Misalnya, pecandu rentan mengalami masalah di kantor, sekolah atau keluarga, kesulitan keuangan, hingga berurusan dengan pihak kepolisian karena melanggar hukum.
Seorang pecandu juga lebih rentan mengalami infeksi menular seksual, kecelakaan, dan melakukan upaya bunuh diri akibat berada di bawah pengaruh obat.

Segera Hentikan Penggunaan Narkoba

Penggunaan obat-obatan terlarang harus segera dihentikan. Kenali tanda-tanda yang mungkin muncul dan mudah dikenali pada pangguna narkoba. Makin cepat pengguna mendapatkan pertolongan, maka makin cepat proses pemulihannya. Konsultasikan kepada dokter yang menangani kasus kecanduan obat.
Cari pertolongan darurat jika Anda atau seseorang yang Anda ketahui mengonsumsi obat-obatan terlarang, mengalami hal-hal berikut ini:
  • Penurunan tingkat
  • Sulit bernapas.
  • erasa tekanan atau sakit pada dada.
  • Gangguan fisik atau psikologis lain setelah penggunaan obat.
  • Kemungkinan overdosis.

Memulihkan Kondisi dengan Rehabilitasi Narkoba

Orang yang sudah telanjur kecanduan narkoba, dapat disembuhkan dengan cara melakukan rehabilitasi. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNNRI) sudah menyediakan layanan rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Anda dapat mencari informasi lebih lanjut melalui website BNNRI khusus rehabilitasi yaitu http://www.babesrehab-bnn.info/
Umumnya tahap-tahap rehabilitasi narkoba yang biasanya diberikan kepada orang yang sudah telanjur kecanduan narkoba adalah:
  • PemeriksaanDokter atau terapis akan memeriksa kondisi Anda. Mereka akan melihat sejauh mana Anda mengalami kecanduan, efek samping yang sudah Anda alami, serta kemungkinan mengalami depresi. Jika ada masalah tersebut, dokter atau terapis akan melakukan pengobatan untuk meghilangkan efek-efek tersebut.
  • DetoksifikasiAnda akan diminta berhenti mengonsumsi narkoba untuk mendetoksifikasi tubuh. Selama berhenti mengonsumsi narkoba, kemungkinan besar Anda akan merasa mual, tubuh pun terasa sakit karena kehilangan zat yang biasa dikonsumsi. Anda juga mungkin akan merasa tertekan akibat tidak ada asupan obat yang biasanya menenangkan. Bertahanlah pada proses ini. Dokter dapat memberikan obat untuk mengatasi ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Yang perlu diingat, tubuh Anda memerlukan cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi, dan makanan untuk membantu pemulihan, selama proses detoksifikasi ini.
  • StabilisasiSetelah dua tahap itu berhasil dilewati, dokter akan memberikan terapi dalam tahap stabilisasi. Pada tahap ini, Anda akan diberikan resep obat untuk membantu pemulihan jangka panjang. Pemulihan ini juga mencakup pemikiran tentang rencana-rencana kehidupan Anda dalam jangka panjang, serta kestabilan mental Anda.
  • Bicarakan dengan orang sekitarMembicarakan dengan orang sekitar bahwa Anda sedang dalam masa pemulihan dari kecanduan narkoba, penting dilakukan. Orang-orang sekitar seperti teman dekat atau keluarga akan membantu Anda mengelola aktivitas dan kehidupan selanjutnya. Juga, mengalihkan Anda dari keinginan untuk kembali mengonsumsi narkoba. Pilih teman yang dapat dipercaya, mendukung penyembuhan, dan tidak memengaruhi Anda untuk kembali mengonsumsi narkoba.
Bahaya narkoba benar-benar mengancam hidup dalam jangka panjang. Jangan coba-coba menyentuhnya dengan alasan apa pun. Narkoba bukan jawaban atas permasalahan dalam hidup, justru dapat merusak tubuh dan hubungan dengan orang lain. Pada ibu hamil, narkoba juga akan memberikan efek negatif terhadap  bayi dalam kandungan. Jika sudah telanjur kecanduan, jangan ragu untuk melakukan rehabilitasi secepatnya.



Share:

Kegiatan PLS Tahun Pelajaran 2019 / 2020

Tujuan dan bentuk kegiatan PLS bagi siswa baru – Hari pertama sekolah merupakan bagian dari agenda tahunan suatu lembaga sekolah. Hari pertama sekolah biasanya berlaku selama 3 hari. Bagi siswa baru di suatu sekolah, kegiatan pada hari pertama sekolah, diisi dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS).

Siswa baru perlu mendapat pengarahan dan orienrtasi tentang lingkungan sekolah, baik lingkungan fisik maupun lingkungan manusia. Masa PLS harus diisi diisi dengan kegiatan  yang bermanfaat, namun tetap dalam suasana gembira dan menyenangkan serta mempunyai nilai positif bagi segenap warga sekolah.#Tujuan masa PLSKegiatan hari-hari pertama masuk sekolah atau “ Pengenalan Lingkungan Sekolah “ bertujuan agar para siswa baru lebih mengenal kehidupan lingkungan sekolah,dapat segera menyatu dengan warga sekolah,sehingga siswa lebih cepat beradaptasi dengan kegiatan belajar mengajar disekolah mengetahui hal dan kewajiban sebagai warga sekolah serta mampu berperan aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sekolah.




#Pelaksanaan kegiatan masa PLS
Pelaksanaan Masa  Pengenalan Lingkungan sekolah biasanya berlansung selama beberapa hari dengan jadwal yang ditentukan oleh panitia yang ada di sekolah. Pesertanya adalah seluruh siswa baru. Guru SMP Negeri 6 Singaraja memberikan Materi PLS di Aula Sekolah. Lingkungan  Sekolah SMP adalah lingkungan baru bagi peserta PLS, oleh sebab itu perlu diperkenalkan kepada mereka hal-hal tentang : Mata Pelajaran, Cara belajar yang baik, Gedung serta fungsinya, Tata Tertib dan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)








Kepala Sekolah Menutup Kegiatan PLS Tahun Pelajaran 2019 / 2020 di ikuti oleh siswa kelas 7 baru  yang berjumlah 358 orang



Demikianlah tujuan dan bentuk kegiatan PLS di SMP Negeri 6 Singaraja semoga bermanfaat
Share:

KELULUSAN SISWA SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019



Share:

WORKSHOP KURIKULUM 2013 DI AULA SMP NEGERI 6 SINGARAJA

Workshop Komptensi Profesional Guru pada Pengembangan Kurikulum 2013 Berbasis Lingkungan SMP Negeri 6 Singaraja




Share:

WAWANCARA SISWA DALAM ACARA NUMPANG NAMPANG ANAK BERPRESTASI SISWA SMP NEGERI 6 SINGARAJA DI RRI SINGARAJA







Jumat 12 Juli 2019
Jam 17.00 s.d 18.00

Share:

FOTO DOKUMENTASI




Share:

Sejarah SMP Negeri 6 Singaraja

           SMP Negeri 6 Singaraja tidak secara langsung berdiri, tetapi melalui berbagai tahapan-tahapan. Dimana pada awal sekolah ini dinamakan Sekolah Teknik Negeri (STN). Berdasarkan Keputusan No.9/Djept/B I/63, terhitung mulai tanggal 1 september 1962 dibuka Sekolah Teknik Negeri, 3 tahun di Singaraja dengan jurusan bangunan gedung dan mesin, masing-masing 1 kelas 30 murid, dengan catatan bahwa : pengangkatan Kepala Sekolah atau Guru-guru akan ditentukan kemudian atas dasar usul Kepala Pendidikan Teknik Dasar di Jakarta, dimana ruangan sementara, meminjang ruangan gedung SMP Negeri 1 Singaraja. Biaya penyelenggaraan Sekolah ini tahun 1962 dan statusnya di bebankan pada mata anggaran belanja dan pendapatan Dep.P. D.dan K.            
           Sekolah ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0259/ 0/1994, pada tanggal 5 oktober 1994 tentang alih fungsi ST/ SKKP menjadi SMP Tahun Pelajaran 1993/1994. Memutuskan untuk di Provinsi Bali, STN Negeri Singaraja alih fungsi menjadi SMP Negeri 6 Singaraja yang ber-alamat di Jalan Untung Surapati No. 112 Singaraja Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Setelah itu berdasarkan keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kantor wilayah Provinsi Bali, dalam rangka peningkatan dan pengembangan SMP Negeri 6 Program Keterampilan di Singaraja, terkait juga dengan wajar pada tahun anggaran 1996/1997 akan direncanakan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan pada SMP, memutuskan untuk memindahkan lokasi SMP Negeri 6 Singaraja Program Keterampilan (ex ST. Negeri Singaraja).
            
            SMP Negri 6 Singaraja dari Jalan Surapati Singaraja ke lahan SMKK Negeri (lokasi lama) di Jalan Bisma Singaraja seluas 4400 m2  karena lahan tersebut tidak digunakan lagi, sedangkan SMKK Negeri Singaraja telah menempati lokasi dan gedung baru di Desa Bhakti Seraga dengan luas 10.000 m2. Lahan SMKK (lokasi lama) ini lebih mendukung perencanaan peningkatan dan pengembangan SMP Negeri 6 Program Keterampilan Bali di Singaraja, terutamauntuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarananya sesuai dengan tipe sekolah. Kemudian pada tanggal 6 juli 2004, dikeluarkan penetapan sekolah Bernuansa Hindu Kabupaten Buleleng No. 824/3134/Program/ 2004, maka SMP Negeri 6 menjadi SMP Negeri 6 Singaraja Bernuansa Hindu. Sebagai sekolah yang telah memiliki standar nasional, SMP N 6 Singaraja juga memiliki visi dan misi untuk pengembangan sekolah kedepan.


     Sekolah ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0259/ 0/1994, pada tanggal 5 oktober 1994 tentang alih fungsi ST/ SKKP menjadi SMP Tahun Pelajaran 1993/1994. Memutuskan untuk di Provinsi Bali, STN Negeri Singaraja alih fungsi menjadi SMP Negeri 6 Singaraja yang ber-alamat di Jalan Untung Surapati No. 112 Singaraja Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Setelah itu berdasarkan keputusan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kantor wilayah Provinsi Bali, dalam rangka peningkatan dan pengembangan SMP Negeri 6 Program Keterampilan di Singaraja, terkait juga dengan wajar pada tahun anggaran 1996/1997 akan direncanakan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan pada SMP, memutuskan untuk memindahkan lokasi SMP Negeri 6 Singaraja Program Keterampilan (ex ST. Negeri Singaraja).            

       SMP Negri 6 Singaraja dari Jalan Surapati Singaraja ke lahan SMKK Negeri (lokasi lama) di Jalan Bisma Singaraja seluas 4400 m2  karena lahan tersebut tidak digunakan lagi, sedangkan SMKK Negeri Singaraja telah menempati lokasi dan gedung baru di Desa Bhakti Seraga dengan luas 10.000 m2. Lahan SMKK (lokasi lama) ini lebih mendukung perencanaan peningkatan dan pengembangan SMP Negeri 6 Program Keterampilan Bali di Singaraja, terutamauntuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarananya sesuai dengan tipe sekolah. Kemudian pada tanggal 6 juli 2004, dikeluarkan penetapan sekolah Bernuansa Hindu Kabupaten Buleleng No. 824/3134/Program/ 2004, maka SMP Negeri 6 menjadi SMP Negeri 6 Singaraja Bernuansa Hindu. Sebagai sekolah yang telah memiliki standar nasional, SMP N 6 Singaraja juga memiliki visi dan misi untuk pengembangan sekolah kedepan.

Share:

Kepala Sekolah Memberikan Apresiasi kepada Siswa Kelas 9 yang mendapat Juara Umum di Sekolah





Add caption

Share:

Acara Pelepasan dan Perpisahan Kelas 9 Tahun Pelajaran 2018/2019















Share:

Mengenai Saya

Foto saya
Singaraja, Bali, Indonesia
Nyoman Sudiana, S.Pd.,M.Pd, NIP. 196811231992021002

Popular Posts

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.